18 views

Kasus Korona Meningkat Tajam, Ini Arahan Presiden Jokowi

  • Whatsapp
Presiden RI, Joko Widodo (Presiden RI, Joko Widodo)

digtara.com | JAKARTA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) merespon perkembangan terkini terkait wabah virus korona (COVID-19). Ia meminta kepada seluruh masyarakat Indonesia tetap tenang.

“Tidak panik, produktif, dan tingkatkan kewaspadaan agar virus korona bisa kita hambat dan stop,” kata presiden di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Minggu (15/3/2020).

Muat Lebih

Jokowi juga mengajak agar seluruh masyarakat membiasakan diri melakukan kegiatan dari rumah. Mulai dari bekerja, belajar hingga beribadah.

“Inilah saatnya bekerja bersama-sama, saling tolong-menolong, dan bersatu padu gotong royong. Kita ingin ini jadi sebuah gerakan masyarakat agar masalah virus korona bisa tertangani dengan maksimal,” katanya.

Terus Berkonsultasi dengan Pakar Medis

Dia juga memerintahkan kepada para kepala daerah, mulai dari gubernur hingga wali kota, untuk terus memonitor kondisi warga di daerahnya masing-masing. Hal itu demi mencegah dampak yang tidak diharapkan dari wabah virus korona. Selain itu, presiden juga mengimbau kepada seluruh kepala daerah untuk terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah setiap situasi yang ada.

“Sebagai negara besar dan negara kepulauan, tingkat penyebaran virus korona ini derajatnya bervariasi antara daerah satu dengan yang lain. Karena itu saya minta kepada seluruh gubernur, kepada seluruh bupati, kepada seluruh wali kota, untuk terus memonitor kondisi daerah dan terus berkonsultasi dengan pakar medis dalam menelaah setiap situasi yang ada.” katanya.

“Kemudian juga terus berkonsultasi dengan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk menentukan status daerahnya. Siaga darurat atau tanggap darurat bencana non-alam. Berdasarkan status kedaruratan daerah tersebut, jajaran pemerintah daerah dibantu TNI dan Polri serta dukungan dari pemerintah pusat untuk terus melakukan langkah-langkah yang efektif dan efisien dalam menangani penyebaran dan dampak virus korona,” lanjutnya.

Jokowi juga telah telah memerintahkan jajarannya untuk memberikan dukungan anggaran yang memadai untuk penanggulangan wabah, yang ia harapkan bisa bermanfaat.

“Dampak pandemi virus korona ini telah memperlambat ekonomi dunia secara masif dan signifikan termasuk terhadap perekonomian Indonesia. Untuk itu pemerintah telah dan terus melakukan langkah-langkah cepat untuk mengantisipasi beberapa dampak ini,” jelasnya.

Ketersediaan Bahan Pokok Aman

Pemerintah memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok yang cukup memadai untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Pemerintah juga telah memberikan insentif kebijakan ekonomi sebagaimana telah diumumkan oleh Menko Perekonomian dan jajaran Menteri Perekonomian untuk menjaga kegiatan dunia usaha agar tetap berjalan seperti biasa.

“Saya juga minta kepada kepala daerah untuk mendukung kebijakan ini dan melakukan kebijakan yang memadai di daerah. Saya dan seluruh jajaran kabinet terus bekerja keras untuk menyiapkan dan menjaga Indonesia dari penyebaran virus korona dan meminimalkan implikasinya terhadap ekonomi Indonesia,” lanjut Jokowi.

Pengumuman itu disampaikan Jokowi setelah kasus virus korona meningkat tajam di Indonesia. Di mana per hari Minggu (15/03/2020), jumlah kasus telah mencapai 117 dengan total kematian 5 orang.

“Per hari ini dari lab yang saya terima pagi ya, hari ini kita dapatkan 21 kasus baru,” ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Minggu (15/03/2020).

[riy]

 

Pos terkait