Sempat Ditolak Suami, Ibu Hamil yang Kritis Dievakuasi Bhabinkamtibmas Takari ke Puskesmas
digtara.com - Perjuangan berat harus dilakukan Bripka I Gede Suta Perdana, Bhabinkamtibmas di Polsek Takari, Polres Kupang.
Baca Juga:
Ia harus menggendong ibu hamil yang sekarat karena kaki bengkak dan hanya terbaring di tempat tidur.
Bripka I Gede Suta Perdana pun harus memberikan pengertian dan pemahaman kepada suami dari ibu hamil yang menolak dan menentang istrinya dibawa ke rumah sakit.
Akhir pekan lalu, Bhabinkamtibmas Bripka I Gede Suta Perdana sedang berkunjung ke rumah Kepala Desa Benu, Paulus Pitay sekitar pukul 13.15 Wita.
Saat itu, Bripka I Gede Suta Perdana mendapat kabar kalau ada warga di RT 20/RW 08, Dusun 5 Manupetan, Desa Benu, Kecamatan Takari yang sakit saat hamil.
Dina Nolince Tice Kause yang juga istri dari Yermias Nenobais sangat lemah bahkan HB nya juga sangat rendah, sehingga perlu dievakuasi untuk dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Naibonat.
Pasca mendapatkan informasi dari kepala desa Benu, Bhabinkamtibmas bergerak cepat menuju ke rumah Yermias Nenobais yang berada di atas bukit.
Jalan ke rumah Yermias Nenobais sangat terjal dan sulit dijangkau kendaraan karena melewati bukit dan hutan kecil.
Saat tiba di rumah Yermias Nenobais, Bhabinkamtibmas hanya mendapati anak dari Yermias. Sementara Dina yang sedang hamil sedang tidur di kamar dalam keadaan lemah.
Yermias pun tidak berada dirumah karena sedang ke hutan mencari asam untuk dijual.
Ketika Dina sudah bangun tidur, Bhabinkamtibmas menyarankan agar Dina dirawat di rumah sakit karena kondisi Dina yang kurang baik, bahkan kaki nya juga sudah bengkak dan dikuatirkan terjadi hal yang tidak diinginkan.
Bhabinkamtibmas bersedia mengevakuasi Dina untuk dibawa ke rumah sakit, namun Dina ragu dan beralasan masih menunggu suami pulang untuk meminta izin.
Satu jam kemudian, Yermias pun pulang ke rumah. Bersamaan dengan itu datang pula camat Takari, Murry HC Ratukore, kepala desa Benu, kepala dusun 5 Manupeta bersama petugas medis.
Bhabinkamtibmas pun menceritakan kondisi Dina yang sedang hamil namun sangat memprihatinkan dan membutuhkan penanganan medis tetapi enggan ke rumah sakit.
Awalnya Yermias menolak istrinya dibawa ke rumah sakit. Yermias mengemukakan berbagai alasan.
Namun Bhabinkamtibmas berusaha memberikan pengertian dan pemahaman terkait keselamatan dan kesehatan Dina serta bayi dalam kandungannya.
Bidan desa pun memberikan pemahaman kepada Yermias agar Dina dirujuk ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan lebih lanjut.
Yermias pun tetap menolak ajakan dari petugas medis dan petugas kepolisian untuk membawa Dina ke rumah sakit.
Bhabinkamtibmas dan pihak keluarga kemudian membujuk Yermias Nenobais lagi dan akhirnya Yermias pun setuju istrinya dievakuasi dan dirujuk ke RSUD Naibonat, Kabupaten Kupang.
Bhabinkamtibmas dan petugas medis pun mengevakuasi Dina dengan memikul Dina keluar dari pagar rumah. Dina kemudian dipapah karena kondisi jalan yang cukup terjal sehingga Bhabinkamtibmas tidak lagi berani memikul Dina.
Setelah melewati jalan menurun beberapa puluh meter, mereka tiba di jalan raya dan sudah menunggu mobil ambulance untuk membantu membawa Dina ke Puskesmas Takari dan selanjutnya dibawa ke RSUD Naibonat.