Bukan Tidak Ada Genset di RSU Padangsidimpuan, Ini Kata Wali Kota dan Kritik DPRD

Pasien PDP Korona Asal Padang Sidempuan Meninggal di RS Adam Malik Medan - Wali kota Padangsidimpuan
Proses pemakaman salah satu warga yang diduga terpapar virus korona (Covid-19) di TPU Simalingkar B, Kota Medan. Petugas menggunakan APD lengkap, Sabtu (4/4/2020) Sumatera Utara. (/ Irwansyah Putra Nasution)

Digtara.com – Pemadaman listrik terjadi di wilayah Kota Padangsidimpuan, membuat aktifitas di Rumah Sakit Umum (RSU) Kota Padangsidimpuan terganggu. Penerangan hanya terlihat di ruang IDG RSU tersebut.

Pemadaman terjadi pada Minggu, 5 April 2020 pukul 21.40 WIB dan berlangsung selama 30 menit. RSU Padangsidimpuan merupakan rumah sakit rujukan pasien Covid-19 yang direkomendasikan pemerintah pusat.

“Kalau listrik padam gak heran bang. RS ini juga mati listriknya. Padahal setiap RS ada genset. Gak tau rusak atau gimana,” kata Junaidi, pedagang yang ada di seputaran RS tersebut.

Bacaan Lainnya

Sementara itu, Wali Kota Padangsidimpuan Irsan Efendi Nasution mengatakan Pemko sudah menyalurkan mesin genset ke RSU Padangsidimpuan untuk mengantisipasi adanya pemadaman listrik oleh pihak PLN.

Genset tersebut digunakan khusus untuk memenuhi arus di ruang isolasi RS tersebut, terkait penanganan virus Covid-19. Tapi, gensetnya belum tersambung ke sistem instalasi. “Saya sudah salurkan, tapi kalau untuk nyambung arus, kan gak mungkin saya lagi pak,” kata Wali Kota saat dikonfirmasi digtara.com, Senin (6/4/2020) Sumatera Utara.

Ia menjelaskan, itulah keadaanya jadi bukan tidak ada Genset. Rumah sakit tersebut bagian dari pemko, jadi dirinya tidak bisa menyalahkan siapa pun.

Wali Kota juga sudah berkomunikasi dengan pihak PLN setempat dan meminta untuk saat seperti ini, jangan ada pemadaman listrik. “Semoga kedepannya tidak ada pemadaman lagi,” pintanya.

Anggaran Penanganan Covid-19

Efendi mengatakan Pemko sudah berkomunikasi dengan Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmyadi. Dalam laporan tersebut, Pemko Padangsidimpuan dalam APBD 2020 mempunyai belanja tak terduga sebesar 2 miliar rupiah. Kemudian, Badan keuangan sudah melakukan realokasi kegiatan dengan tabulasi diluar belanja tidak terduga tersebut, ada yang sudah di realokasi 11,9 miliar rupiah.

 

Pos terkait