Cerita Keluarga Agustina di Medan, Dianiaya Hingga Tak Dapat Bantuan Pemko

Dianiaya Hingga Tak Dapat Bantuan Pemko
(Agustina (30), bersama kedua adiknya dan empat anaknya, di rumah warga untuk tumpangan sementara. Selasa (19/5/2020) di Medan.)

Part I Dianiaya Hingga Tak Dapat Bantuan Pemko

digtara.com – Cerita pilu dari keluarga Agustina (30) warga Jalan Sehati, Medan Perjuangan, Kota Medan. Janda beranak 4 ini terpaksa harus tinggal di kendaraan odong-odong milik warga.

Selain mereka berlima, ada dua orang lagi adik kandung Agustina yakni Aisyah Lili Lubis (13) dan Mei Mei Lubis (11) yang harus bertarung dan bertahan hidup di usia belianya.

Bacaan Lainnya

Cerita berawal dari kebijakan Menteri Hukum dan HAM yang memberikan asimilasi pada narapidana dengan alasan pencegahan dan memutus penularan wabah Covid-19.

AP (25) salah satu yang beruntung mendapatkan kesempatan tersebut. AP merupakan residivis 7 kali dalam kasus kejahatan yang sama yakni maling.

Pasca mendapat asimilasi, AP tinggal bersama Agustina dan anak serta adik kandungnya, di rumah nenek.

AP yang sering menggunakan narkoba jenis sabu, berdasarkan pengakuan Agustina, sering kehilangan akal sehat sehingga berbuat sadis dengan menganiaya, Aisyah dan Mei Mei. Tak jarang pula anak Agustina menjadi sasaran kegilaan AP, hanya karena hal sepele yakni tidak adanya makanan di rumah.

Dari pemukulan, tendangan hingga bantingan dilakukan AP terhadap keluarganya tersebut.
“Kami diusir dan dianiaya sama AP. Saat ini kami tidur di odong-odong, berselimutkan angin malam dan beralaskan besi,” kata Agustina pada digtara.com

Dibantu Warga

Beruntung, setelah sepekan tidur di odong-odong, mereka ditemukan dan dibantu oleh warga sekitar, salah satunya Ilham. keluarga tersebut diberikan tempat tinggal sementara di sebuah rumah kosong, milik warga.

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait