Diancam Preman, Pemuda Sebatang Kara Minta Perlindungan ke Polisi

  • Whatsapp

digtara.com – Rekaman video berisi permohonan seorang pemuda bernama Ari Rahman Hasibuan, mendadak menjadi perbincangan (viral) di kalangan warga net. Diancam Preman

Dalam video berdurasi 9 menit dan 14 detik itu, Ari yang mengaku hidup sebatang kara setelah ditinggal mati kedua orangtuanya, memohon perlindungan dari pihak Kepolisian. Dia meminta perlindungan atas hidupnya yang kini tak tenang lantaran ancaman dari seseorang bernama Wayan Harahap. Wayan merupakan preman di kampungnya, di Jalan Beringin, Gang Kuini, Pasar 7 Tembung, Deliserdang.

“Yang terhormat bapak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kapolsek Percut Seituan. Saya mohon perlindungan pak. Saya sebatang kara. Saya tidak tahu harus mengadu ke siapa. Saya sedang banyak masalah, hidup saya tidak tenang akibat ulah preman. Saya diancam,” sebut Ari dalam rekaman yang diunggah akun RSDD di laman berbagi video Youtube.

Bacaan Lainnya

Belum jelas kapan teror itu terjadi. Namun lewat video yang diunggah sekira 4 pekan lalu itu, Ary menceritakan teror itu dia rasakan setelah ia menolak permintaan Wayan. Wayan saat itu ingin menempatkan mesin judi dingdong (jakcpot) di rumah sekaligus kedai milik keluarga Ary. Menurut Ary, Wayan ingin meletakkan mesin judi itu di kedainya, karena posisi kedai yang strategis.

“Dia datang menjumpai saya. Minta supaya mesin judi itu di tempatkan di kedai saya. Tapi saya menolak. Sampai enam kali saya tolak,” tegasnya.

“Dia kemudian terus mengancam saya. Listrik rumah saya dimatikan waktu saya tidur. Atap rumah saya dilempari,” tambahnya.

Teror itu, kata Ary, terjadi berhari-hari. Hingga akhir Wayan datang bersama seseorang bernama Ayub, pemilik mesin judi jackpot itu.

“Saya dalam posisi tertekan sehingga akhirnya dengan berat hati menerima mesin judi itu ditempatkan di kedai saya. Tetangga-tetangga saya juga mendukung usaha judi itu,” tukasnya.

 

TAK DIGUBRIS

Di hari kelima mesin judi itu ada di kedainya, Ary kemudian tidak tahan. Apalagi kegiatan mesin judi itu disertai pula dengan peredaran dan konsumsi narkoba. Ary kemudian meminta pertolongan dari seorang Polisi yang bertugas di Polres Deliserdang, yang masih kerabatnya.

“Saya telephone abang saya yang Polisi. Dia sudah telephone si Wayan. Tapi tidak dihiraukan. Wayan bahkan menantang Abang saya itu. Katanya kalau mesin itu digeser dari tempat saya, hidup saya tidak tenang,” ungkapnya.

Karena tak digubris, Polisi yang masih kerabat Ary itu mendatangi Wayan. Dia datang bersama kepala lingkungan dan personel TNI dari Bintara Pembina Desa (Babinsa).

“Tapi yang ada mereka dilempari orang suruhan Wayan dengan batu. Rumah saya pun dilempari pakai batu,” pungkasnya.

Setelah kejadian itu, kepala lingkungan meminta saya untuk meninggalkan rumah sementara. Tapi belakangan saya dapat informasi dari tetangga saya kalau rumah saya di rusak mereka. Isi rumah saya diacak-acak.

“Maka itu saya minta pertolongan dari pak Kapolda Sumut, Kapolrestabes Medan dan Kapolsek Percut Seituan,” tandasnya.

 

PELAKU DITANGKAP

Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Martuani Sormin saat dimintai tanggapannya atas peristiwa itu, mengaku anak buahnya sudah bekerja cepat merespon keluhan yang disampaikan Ary melalui rekaman video yang dibagikan ke media sosial itu.

“Sudah kita tangkap. Saat ditangkap dari tangan tersangka kita temukan narkoba jenis sabusabu. Ini sekarang kita sedang mendalami penyelidikan ke arah persoalan yang diadukan warga lewat media sosial itu. Kita tegaskan tidak ada tempat untuk aksi kejahatan di Sumatera Utara. Termasuk premanisme yang menjadi atensi bapak Kapolri,”tandasnya.

[AS]

 

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe. Diancam Preman

Pos terkait