Polisi Masih Buru 4 Pelaku Penipuan Modus Bisa Masuk Akpol

digtara.com – Polda Sumatera Utara masih memburu 4 orang lagi, terkait penipuan dengan modus bisa memasukan orang menjadi Akpol. Sebelumnya pelaku IW diamankan pihak Ditreskrimum Polda Sumut. Polisi Buru Pelaku Penipuan
Baca Juga:
Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Hadi Wahyudi, Selasa (21/12/2021).
“Penyidik masih mengejar ada 4 terduga pelaku lainnya yang terlibat dengan tersangka yang sudah diamankan sejumlah barang bukti juga sudah kita amankan,” ucapnya kepada wartawan.
Hadi mengatakan ke 4 terduga pelaku yang masih diburu pihak kepolisian ada kaitannya dengan pelaku.
Baca: Dit Reskrimum Polda Sumut Bongkar Penipuan Modus Masuk Akpol
Pelaku memberikan sejumlah uang hasil penipuan kepada ke empatnya.
“Uang sudah diserahkan dari korban kepada pelaku dan kemudian pelaku membagikan kepada beberapa orang,” ucapnya lagi.
Hadi menambahkan, untuk pelaku IW tidak mempunyai pekerjaan tetap dan hanya berpenampilan menarik untuk bisa menipu korbannya.
Baca:Â Kabareskrim di Polda Sumut: Pedomani Arahan Pimpinan dan Lakukan yang Disukai Orang
“Hanya saja penampilannya yang diberikan kemudian bahasa yang meyakinkan sehingga korban dengan begitu saja percaya,” ucapnya lagi.
Untuk pelaku IW, Hadi mengatakan pelaku sering berpindah-pindah rumah, hal itu dilakukan untuk menghindari korban yang mencari dirinya.
“Yang bersangkutan ini pindah-pindah. Jadi dia dari satu rumah setelah melakukan penipuan pindah ke rumah lain,” pungkas Hadi.
Hadi juga menghimbau agar masyarakat bahwa rekrutmen Anggota Polri itu menerapkan prinsip BETAH (Bersih, Transfaran, Akuntabel dan Humanis).
Jadi siapapun bisa mendaftar dan masuk tanpa bayar sepeser rupiah pun. Percaya diri dengan kemampuan dan terlebih penting adalah mempersiapkan diri jauh-jauh hari karena masuk menjadi anggota Polri tidak instan.
“Jangan percaya kalau ada orang menawarkan diri bahwa bisa memasukkan menjadi anggota Polri dengan membayar sejumlah uang. Wajib tidak Percaya !,” tegas Kabid Humas.
Baca:Â Mutasi Massal Polri, 7 Kapolda Hingga Puluhan Kapolres Diganti
Sebelumnya Subdit IV Renakta Direktorat Reskrimum Polda Sumut mengungkap kasus penipuan dan penggelapan dengan modus bisa mengurus masuk Akademi Kepolisian (Akpol).
Dalam pengungkapan kasus penipuan dan penggelapan itu petugas mengamankan seorang pelaku bernama IW.
Hadi, mengatakan kasus itu berawal ketika Efendi Setiawan mempertemukan IW dengan korban Syaiful Bahri di salah satu kafe untuk mengurus anaknya Syaiful Bahri bernama Abdul Mutholib bisa masuk Akpol.
“Dalam pertemuan itu IW menyanggupi dan meminta uang sebesar Rp 600 juta kepada Syaiful Bahri agar anaknya bisa masuk Akpol,” katanya, Minggu (19/12/2021).
Polisi Masih Buru 4 Pelaku Penipuan Modus Bisa Masuk Akpol

Bantah Terjaring OTT, Ramli Sembiring Minta Hakim Batalkan Status Tersangka

Ramli Sembiring Bantah Konpers Kakortas Tipidkor Mabes Polri, Kuasa Hukum: Informasi Tak Sesuai Fakta

Pak Bhabin Kunjungi Sumut, Edukasi Tertib Lalu Lintas dengan Sentuhan Humor

Dugaan Pelanggaran HAM dan Kriminalisasi, Mantan Pejabat Polda Sumut Adukan Kapolri ke Komisi III DPR RI

Polda Sumut Sidak SPBU di Medan Jelang Ramadan 2025
