30 views

Satu lagi Pasien PDP Covid-19 di Banda Aceh

  • Whatsapp
Jalani Rapid Test, Seorang Warga Ambon Dinyatakan Positif Covid-19
Ilustrasi: Virus Korona (Internet)

digtara.com – Dikabarkan, satu lagi Pasien Dalam Pengawasan (PDP) terkait virus corona COVID-19 meninggal dunia di RSUD dr. Zainoel Abidin.

Menurut Juru Bicara COVID-19 Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani, dalam keterangannya, Kamis (26/3) membenarkan, ada satu lagi PDP COVID-2019 yang meninggal dunia pada Rabu (25/3).

Muat Lebih

Dia mengaku belum berani membenarkan informasi yang beredar di kalangan awak media. Alasannya belum memperoleh data valid dan informasi tentang PDP tersebut.

“Benar, ada seorang PDP inisial EY (43), jenis kelamin laki-laki, dari Kabupaten Aceh Utara, meninggal dunia dalam perawatan RICU RSUZA Banda Aceh, sekira pukul 18.40 WIB,” kata Saifullah, Kamis (26/3) pukul 03.00 WIB.

EY memiliki riwayat tinggal di daerah transmisi virus corona. Ia adalah warga Aceh Utara yang baru pulang dari Malaysia. Hasil pemeriksaan ditemukan gambaran pneumonia dan memenuhi kriteria sebagai PDP.

Karenanya, ia ditangani sesuai standar operasional prosedur (SOP) COVID-19 di RICU
RSUDZA Banda Aceh, hingga meninggal dunia karena gagal nafas akibat pneumonia.

Lebih lanjut SAG mengatakan, EY meninggal dunia dalam status PDP karena belum ada hasil pemeriksaan spesimennya.

“Kita belum bisa untuk simpulkan EY itu positif Covid-19 atau meninggal karena pneumonia akut,” urai SAG setelah mengumpulkan informasi di Posko COVID-19 Dinas Kesehatan Aceh.

Meskipun demikian, prosesi pemakaman jenazah PDP tersebut tetap akan dilaksanakan sesuai dengan ketentuan SOP COVID-19.

“Iya, tetap. Karena statusnya sebagai PDP, jenazah EY tetap akan diperlakukan sesuai dengan SOP jenazah Covid-19,” demikian pungkas Jubir SAG.

Dengan demikian, hingga saat ini sudah ada dua PDP COVID-19 yang meninggal dunia dalam perawatan di RSUDZA Banda Aceh.

Sebelumnya, seorang PDP terkait COVID-19 berinisial AA (56 tahun) yang dirawat di ruang RICU RSUDZA meninggal dunia, Senin (23/3) sekitar pukul 12.45 WIB. Pasien masuk RSUDZA rujukan dari RSUD Cut Meutia di Lhokseumawe.

Pasien yang bekerja di PT. Perta Arun Gas itu mulai sakit setelah 13 hari melakukan perjalanan ke Surabaya dan Bogor.

Ia dicurigai terinfeksi corona dengan memiliki riwayat perjalanan ke luar kota tersebut.

Meski demikian, hingga tadi malam tim Gugus Tugas COVID-19 Pemerintah Aceh belum bisa memastikan apakah pasien tersebut terinfeksi corona atau tidak, karena masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium dari Jakarta.[kontan]

Pos terkait