Seorang PDP di Paluta Meninggal Dunia di RSUD Aek Haruaya

  • Whatsapp
Pasien PDP di Paluta Meninggal Dunia.
Ilustrasi

digtara.com – Seorang pasien dalam pemantauan (PDP) dari Desa Ujung Padang, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), meninggal dunia, Senin (13/04/2020) sore. Pasien PDP di Paluta Meninggal Dunia.

Pasien yang diketahui seorang pelajar ini meninggal saat menjalani perawatan di ruang isolasi RSUD Aek Haruaya Paluta.

Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Paluta, Lairar Rusdi Nasution saat dikonfirmasi membenarkan adanya PDP asal Ujung Padang yang meninggal di RSUD Aek Haruaya.

Bacaan Lainnya

“Ada satu PDP meninggal dunia. SHS, perempuan berusia 19 tahun, warga Ujung Padang, Kecamatan Halongonan,” kata Lairar, Selasa (14/04/2020).

Lairar menjelaskan, sebelum dirawat di rumah sakit, SHS mempunyai riwayat perjalanan dari Medan ke Desa Ujung Padang. Sebab ia merupakan seorang pelajar di salah satu pesantren di Kota Medan.

Setelah dilakukan pemeriksaan, SHS yang sempat mengalami batuk langsung disarankan melakukan isolasi mandiri.

Selang beberapa hari korban mengalami demam tinggi dan mengeluhkan nyeri di kepala. Akhirnya ia mendapat perawatan medis di RSUD Aek Haruaya. Namun tanggal 5 April dia diperbolehkan pulang ke rumah.

“SHS sejak tanggal 5 April 2020 kembali ke rumah, tanggal 9 April 2020 kembali dirujuk oleh satu praktik dokter ke RSUD Aek Haruaya dengan keluhan nyeri kepala hebat, mual dan buang air kecil tidak lancar. Kemudian dilakukan rapid test dengan hasil negatif serta ditetapkan sebagai ODP dan dirawat mandiri,” jelas Lairar.

Pasien ditetapkan sebagai PDP

Beberapa hari kemudian SHS kembali mengeluh nyeri kepala hebat, mual, buang air kecil tidak lancar. Selain itu, dia juga mengalami penurunan kesadaran sehingga dirujuk ke RSUD Aek Haruaya, Senin (13/04/2020).

Dia didampingi Camat Halongonan, Babinsa dan Bhabinkamtibmas. Kemudian dia dimasukkan ke ruang isolasi untuk diberikan terapi.

“Karena mengalami penurunan kesadaran dan ditetapkan sebagai status PDP,” tegasnya.

Terhadap pasien tersebut, Pemkab Paluta telah melakukan pengambilan sampel cairan tubuh yang bersangkutan untuk keperluan sweb test dan dikirim ke RSUP Adam Malik Medan untuk selanjutnya dikirim ke laboratorium di Jakarta.

“Senin sore terjadi penurunan kesadaran pasien dan dinyatakan meninggal sekitar pukul 16.30 WIB,” ungkapnya.

Meski belum terkonfirmasi apakah korban positif terinfeksi virus korona, tim medis dan petugas kamar mayat RSUD Aek Haruaya telah menerapkan prosedur standar Covid-19 dalam pemulasaran jenazah.

“Telah kita laksanakan sesuai SOP penanganan pasien Covid-19 mulai dari memandikan, mengkafani, menyolatkan di RSUD Aek Haruaya. Senin (13/04/2020) malam pukul 20.00 jenazah dibawa ke Desa Ujung Padang untuk dimakamkan,” pungkasnya.[analisadaily]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TV. Jangan lupa, like comment and Subscribe. Seorang PDP di Paluta Meninggal Dunia di RSUD Aek Haruaya

Pos terkait

Tinggalkan Balasan