105 views

Gelar Aksi Bela Muslim, Ratusan Massa Ormas Islam Geruduk Kantor Konjen India di Medan

  • Whatsapp
Gelar Aksi Bela Muslim India, Ratusan Massa Ormas Islam Geruduk Kantor Konjen India
(Ratusan massa ormas Islam menggelar aksi unjukrasa di depan Kantor Konjen India di Medan (dhe/digtara))

digtara.com | MEDAN – Organisasi masyarakat Islam di Medan merespon sikap Pemerintah India yang seolah membiarkan terjadinya pembantaian umat islam oleh komunitas Hindu di India.

Respon itu ditunjukkan dengan menggelar aksi unjukrasa yang diikuti ratusan massa di depan kantor Konsulat Jenderal (Konjen) India di Jalan Uskup Agung A Sugiopranoto, Kota Medan, Senin (2/3/2020).

Muat Lebih

Aksi unjukrasa ini merupakan buntut dari konflik berdarah antara komunitas Muslim dan Hindu di India. Konflik itu muncul menyusul rencana revisi Undang-Undang Kewarganegaraan, yang disinyalir mendeskriditkan umat Islam di negeri tersebut.

Dimana akibat konflik itu, terjadi pembantaian yang memakan korban. Puluhan orang dari komunitas muslim tewas dan ratusan lainnya luka-luka.

“Kami menuntut kepada pemerintah India untuk segera menghentikan pembantaian kaum muslimin di India. Kami meminta agar pemerintah India yang dipimpin Perdana Menteri Naredra Modi minta maaf. Meminta maaf atas apa yang mereka lakukan pada saudara-saudara kami,” kata Koordinator Aksi Razali Taat.

Mereka juga meminta kepada pengurus Parisada Hindu Dharma Indonesia untuk bersuara. Mengusulkan kepada pemerintah India untuk segera menghentikan tragedi kemanusiaan tersebut.

“Kita juga mendorong organisasi negara-negara Islam (OKI) untuk menggunakan pengaruhnya guna mengucilkan India dalam pergaulan internasional,”tukasnya.

Untuk diketahui, dalam UU Kewarganegaraan India yang baru, mengatur percepatan pemberian kewarganegaraan untuk warga dari enam agama yakni Hindu, Sikh, Buddha, Jain, Parsi, dan Kristen, yang berasal dari negara tetangga Afghanistan, Bangladesh, dan Pakistan, yang pindah ke India sebelum tahun 2015.

Namun, dalam revisi UU Kewarganegaraan tersebut tidak mencantumkan agama Islam, sehingga menyulut protes warga Muslim India dan berujung pada tindak kekerasan oleh aparat setempat.

“Undang-Undang itu urusan mereka, tapi kami sebagai sesama muslim, tidak bisa menerima saudara-saudara kami dibantai karena akidahnya,”tandasnya.

[AS]

Pos terkait