Sekolah Pengawasan Programkan Edukasi Kepemiluan

  • Whatsapp
Sekolah Pengawasan Programkan Edukasi Kepemiluan
Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang usai evaluasi pelaksanaan Diskusi dengan peserta SKPP tahun 2020 di Kantor Bawaslu Sumut, Medan, Kamis (11/06/2020). (istimewa)

digtara.com – Sekolah Kader Pengawas Partisipatif (SKPP) yang diprogramkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia (Bawaslu – RI) merupakan edukasi kepemiluan bagi masyarakat luas.

Program ini merupakan bentuk pengabdian dan kepedulian masyarakat untuk memperbaiki kualitas Pemilihan Umum (Pemilu) dan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada), tetapi bukan peluang untuk mendapat pekerjaan

Demikianlah dikatakan Kordinator Divisi Pengawasan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Sumut, Suhadi Sukendar Situmorang usai evaluasi pelaksanaan Diskusi dengan peserta SKPP tahun 2020 di Kantor Bawaslu Sumut, Kamis (11/06/2020).

Bacaan Lainnya

“Dalam forum ini kita menyampaikan kalau SKPP bukan sarana untuk mendapatkan pekerjaan. Akan tetapi merupakan pendidikan politik, khususnya pengawasan kepada masyarakat,” ujarnya.

Suhadi sebagai penanggung jawab Kelompok Kerja (Pokja) SKPP Dalam Jaringan (Daring) di Sumut mengajak peserta SKPP di Sumut menggunakan media daring atau online. Kemanakah arah penempatan kader pengawas setelah lulus SKPP.

Menurut Suhadi, SKPP merupakan program Bawaslu RI dalam hal memberikan pendidikan kepada masyarakat, tentang Pemilu dan Pemilihan.

Selama mengikuti SKPP, Komisioner Bawaslu Sumut ini mengaku kader akan mendapatkan pengetahuan tentang demokrasi. Diantaranya, tentang pemahaman potensi pelanggaran atau kerawanan, bentuk pelanggaran dan dampaknya terhadap kualitas hasil pemilihan, mekanisme penanganan pelanggaran dan sengketa, penyelenggara Pemilu/Pemilihan.

Bahkan, diberikan pengetahuan mengenai mekanisme pencegahan dan pelaporan dugaan pelanggaran Pemilu/Pemilihan.

“Harapannya, program ini para kader dapat mencegah diri sendiri ikut melanggar aturan, kemudian berpartisipasi untuk mengawasi dan melaporkan dugaan pelanggaran. Jika ditemukan penyelenggara yang menyimpang dari aturan, para kader sudah mengetahui, dapat melaporkan ke lembaga mana pengaduan disampaikan,” ucapnya.

Sementara, Kepala Bagian Pengawasan Bawaslu Sumut, Rudi Junjungan Sirait mengatakan selama ini sudah tercatat sebanyak 1.621 orang mendaftar SKPP Daring 2020.

Setelah seleksi administrasi, terdapat 1.475 orang lulus dan mengikuti pembelajaran melalui Daring sejak 5 Mei sampai 31 Mei 2020. Sebanyak 823 orang tersebar di 33 kabupaten/kota dinyatakan lulus dan mengikuti tahapan diskusi Daring.

[ya]

Saksikan video-video terbaru lainnya hanya di Channel Youtube Digtara TVJangan lupa, like comment and Subscribe.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan